Minggu, 30 Desember 2012

Budidaya Durian dan Cara Menanam Durian

budidaya, durian, cara, menanam, tanaman

Budidaya durian dan cara menanam durian sudah banyak dilakukann oleh para petani di Indonesia, namun untuk meningkatkan kualitas hasil pertania kita butuh informasi yang lebih banyak tentang seputar budidaya dirian ini.

seperti kita ketahui kualitas durian yang cukup baik dan dikenal di dunia internasional yaitu dari negara Thailand. Tetapi sekarang di Indonesia sudah banyak petani yang dapat menghasilkan buah durian yang tidak kalah bagusnya di banding dari negara-negara lain, karena petani durian di Indonesia sekarang sudah banyak menggunakan metode-metode cara budidya durian maupun cara menanam durian dengan baik. di catatan kali ini kita akan membahas bagaimana cara budidaya durian yang baik agar kualitasnya dapat memuaskan.

Iklim


Curah hujan untuk tanaman durian maksimum 3000 – 3500 mm/tahun dan minimal 1500 – 3000 mm/tahun. Curah hujan merata sepanjang tahun, dengan kemarau 1 – 2 bulan sebelum berbunga lebih baik daripada hujan terus.
Intensitas matahari yang dibutuhkan durian adalah 60 – 80%. Durian yang baru ditanam di kebun tidak tahan terik sinar matahari di musim kemarau, sehingga bibit harus dilindungi/dinaungi.
Tanaman durian cocok pada suhu rata-rata 20 – 30°C pada suhu 15°C durian dapat tumbuh tetapi pertumbuhan tidak optimal. Bila suhu mencapai 35°C daun akan terbakar

Tanah

Jenis tanaman durian menghendaki tanah yang subur dan kaya bahan organic. Partikel tanah seimbang antara pasir, tanah liat dan debu sehingga mudah membentuk remah.
Tanah yang cocok untuk tanaman durian adalah jenis tanah grumosol dan ondosol. Tanah yang memiliki ciri-ciri warna hitam keabu-abuan kelam, struktur tanah lapisan atas bebutir-butir, sedangkan bagian bawah bergumpal, dan kemampuan mengikat air tinggi. Dan keasaman tanah yang cucuk untuk durian adalah (pH) 5 – 7, dengan pH optimum 6 – 6,5.

Tanaman durian termasuk tanaman tahunan dengan perakaran dalam, maka membutuhkan kandungan air tanah dengan kedalaman cukup, antara 50 – 150 cm dan 150 – 200 cm. jika kedalaman air terlalu dangkal rasa buah tidak manis tetapi tanaman akan kekeringan apabila terlalu dangkal.

Ketinggian Tempat

Ketinggian tempat untuk bertanam durian tidak boleh lebih dari 800 m dpl. Tetapi ada juga tanaman durian yang cocok ditanam diberbagai ketinggian. Tanah yang berbukit atau memiliki kemiringan yang cukup tinggi kurang baik disbanding dengan lahan yang datar.

Pembibitan


Bentuk fisik benih yang baik harus memiliki sifat-sifat genetic yang baik dan tidak mengandung penyakit, setelah didapat benih baru kita tentukan benih yang baik  dan sehat dengan cara pemilihan sebagai berikut:

1.    Bentuk, ukuran dan warnanya harus seragam, kalau benih itu bulat semuanya harus berbentuk bulat (tidak ada yang pipih atau lonjong), begitupun kalau kita pipih berarti harus semua pipih. Ukuran dan warna harus seragam, tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil.

2.    Permukaan benih harus bersih dan mengkilat. Tidak ada yang kotor atau keriput. Benih yang keriput pertanda dipetik pada saat buah belum cukup umur.

3.    Tidak tercampur dengan benih hampa dan macam-macam kotoran, seperti tanah, sisa kulit, biji rumput, dan sebagainya.

4.    Kadar air cukup rendah dan benih sudah mengalami masa simpan terlalu lama sampai kadaluwarsa.

Ciri benih yang baik yaitu dapat dilihat langsung pada saat akan dibeli. Benih yang baik memiliki daya tahan tubuh yang baik, cara memilihnya kita bisa melihat salah satu benih dengan cara mengupasnya kemudian lihat lembaga dan cadangan makanan yang cukup untuk menumbuhkan lembaga itu untuk menjadi tanaman muda. Namun ada juga benih yaung sudah dikemas, hal ini memang sulit untuk kita mengecek baik tidak nya benih tersebut, walaupun sudah memiliki jaminan sertifikat. Hal itu tidak menjamin benih bagus sepenuhnya.

Persaratan biji untuk bibit sebagai berikut:

a.    Asli dari induknya
b.    Segar dan sudah tua
c.    Tidak kisut
d.    Tidak terserang hama dan penyakit
Penyiapan Benih dan Bibit

Perbanyakan tanaman durian dapat dilakukan melalui cara generative (dengan biji) atau vegetative (okulasi, penyusunan atau cangkok).

a.    Pengadaan benih dengan cara generative

Memilih biji-biji yang murni dilakukan dengan mencuci biji-biji dahulu agar daging buah yang menempel terlepas. Biji yang terpilih dikeringkan di tempat terbuka, tidak terkena sinar matahari langsung. Penyimpanan diusahakan agar tidak berkecambah atau rusak dan merosot daya tahan tubuhnya. Proses pemasakan biji dilakukan dengan baik (dengan cara diistirahatkan beberapa saat), dalam kurun waktu 2 – 3 minggu sesudadh diambil dari buahnya. Setelah itu biji ditanam.

b.    Pengadaan bibit dengan cara okulasi

Persyaratan biji yang akan diokulasi berasal dari biji yang sehat dan tua, dari tanaman induk yang sehat dan subur, system perakaran bagus dan produktif, biji yang ditumbuhkan, dipilih yang pertumbuhannya sempurna. Setelah umur 8 – 10 bulan, dengan cara:

  1. Kulit batang bawah disayat, tepat di atas matanya (± 1 cm). dipilih mata tunas yang berjarak 20 cm dari permukaan tanah.
  2. Sayatan dibuat melintang, kulit dikupas ke bawah sepanjang 2 – 3 cm sehingga mirip lidah.
  3. Kulit yang mirip lidah dipotong menjadi 2/3-nya.
  4. Sisipkan “mata” yang diambil dari pohon induk untuk batang atas (disayat dibentuk perisai) diantara kulit. Setelah selesai dilakukan okulasi, 2 minggu kemudian di periksa apakah perisai mata tunas berwarna hijau atau tidak. 
Bila berwarna hijau, berarti okulasi berhasil, jika coklat, berarti okulasi gagal.

c.    Penyusuan

•    Model tusuk atau susuk

Tanaman calon batang atas dibelah setengah bagian menuju ke arah pucuk. Panjang belahan antara 1 – 1,5 cm diukur dari pucuk. Tanaman calon batang bawah sebaiknya memiliki diameter sama dengan batang atasnya. Tajuk calon batang bawah dipotong dan dibuang, kemudian disayat sampai runcing. Bagian yang runcing disisipkan ke belahan calon batang atas yang telah dipersiapkan. Supaya calon batang atas yang telah dipersiapkan. Supaya calon batang bawah tidak mudah lepas, sambungannya harus diikat kuat-kuat dengan tali raffia.

Selama masa penyusunan batang yang disatukan tidak boleh bergeser. Sehingga, tanaman batang bawah harus dusangga atau diikat pada tanaman induk (batabg tanaman yang besar) supaya tidak goyah setelah dilakukan penyambungan. Susuan tersebut harus disiram agar tetap hidup, biasanya, setelah 3 – 6 bulan tanaman tersebut bisa dipisahkan dari tanaman induknya, tergantung dari usia batang tanaman yang disusukan. Tanaman muda yang kayunya belum keras sudah bisa dipisahkan setelah 3 bulan. Penyambungan model susuk atau tusuk ini dapat lebih berhasil kalau diterapkan pada batang tanaman yang  masih muda atau belum berkayu keras.

•    Model sayatan
  1. Pilih calon batang bawah (bibit) dan calon batang atas dari pohon induk yang sudah berbuah dan besarnya sama.
     
  2. Kedua batang tersebut disayat sedikit sampai bagian kayunya. Sayatan pada kedua batang tersebut diupayakan agar bentuk dan besarnya sama.
     
  3. Setelah kedua batang tersubut disayat, kemudian kedua batang itu ditempel tepat pada sayatannya dan diikat sehingga keduanya akan tumbuh bersama-sama.
     
  4. Setelah 2 – 3 minggu, sambungan tadi dapat dilihat hasilnya kalau batang atas dan batang bawah ternyata bisa tumbuh bersama-sama  beratri penyususan tersebut berhasil.
     
  5. Kalau sambungan berhasil, pucuk batang bawah dipotong atau dibuang, pucuk batang atas dibiarkan tumbuh subur. Kalau pertumbuhan pucuk batang atas sudah sempurna, pangkal batang atas juga dipotong.
     
  6. Maka akan terjadi bibit durian yang batang bawahnya adalah tanaman biji, sedangkan batang atas dari ranting atau cabang pohon durian dewasa.

d.    Cangkokan

Batang durian yang dicangkok harus dipilih dari cabang tanaman yang sehat, subur, cukup usia, pernah berbuah, memiliki susunan percabangan yang rimbun, besr cabang tidak lebih besar dari ibu jari (diameter = 2 – 2,5), kulit masih hijau kecoklatan. Waktu mencangkok awal musim hujan sehingga terhindar dari kekeringan, kalau pada musim kering kita harus menyiramnya secara rutin (2 kali sehari), pagi dan sore hari. Adapun tata cara mencangkok adalah sebagai berikut :
  1. Pilih cabang durian sebesar ibu jari  dan yang warna kulitnya masih hijau kecoklatan.
  2. Sayap kulit cabang tersebut mengelilingi cabang sihingga kulitnya terlepas.
  3. Bersihkan lender dengan cara dikerok kemudian biarkan kering angin sampai dua hari.
  4. Bagian bekas sayatan dibungkus dengan media cangkok (tanah, serabut gambut, mos). 
  5. Jika menggunakan tanah, tambahkan puppuk kandang atau kompos denga perbandingan 1 : 1. Media cangkok dibungkus dengan plastic atau sabut kelapa, kemudian kedua ujungnya diikat agar media tidak jatuh.

5.    Sekitar 2 – 5 bulan, akar akar cangkokan akan keluar menembus pembungkus cangkokan. Jika akar sudah cukup banyak, cangkokan bisa dipotong dan ditanam dikeranjang persemaian berisi media tanah yang subur.
Teknik Penyemaian dan Pemeliharaan

Bibit durian sebaik ditanamnya tidak ditanam langsung dilapangan, tetapi disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian, biji durian yang sudah dibersihkan dari daging buah dikering-anginkan sampai kering tidak ada air yang menempel. Biji dikecambahkan dulu sebelum ditanam dipersemaian atau langsung ditanam di polibag.

Caranya biji dideder di plastic atau anyaman bamboo, dengan media tanah dan pasir perbandingan 1 : 1 yang diaduk merata. Ketebalan lapisan tanah sekitar 2 kali besar biji (6 – 8 cm), kemudian media tanam tadi disiram tetapi (tidak boleh terlalu basah), suhu media diupayakan cukup lembab (20 – 23 °C). biji ditanam dengan posisi miring tertelungkup bagian calon akar tunggang menempel ke tanah, dan sebagian masih kelihatan  si atas permukaan tanah (3/4 bagian masih harus kelihatan). Jarak antara biji satu dengan yang lainnya adalah 2 cm membujur dan 4 – 5 cm melintang.

Setelah biji dibenamkan, kemudian disemprot dengan fungisida, kemudian kota sebelah atas ditutup pelatstik supaya kelembabannya stabil. Setelah 2 – 3 minggu biji akan mengeluarkan akar dengan tudung akar langsug masuk kedalam media yang panjangnya ± 3 – 5 cm. saat itu tutup plastic sudah bisa dibuka. Selanjutnya, biji-biji yang sudah besar siap dibesarkan dipersemaian pembesar atau polibag.

Pemindahan Bibit

Bibit yang akan di pindahkan kelapangan sebaiknya sudah tumbuh setinggi 75 – 150 cm atau berumur 7 – 9 bulan setelah diokulasi, kondisinya sehat dan pertumbuhannya bagus. Hal ini tercermin dari pertumbuhan batang yang kokoh, perakarannya banyak dan kuat, juga adanya helaian daun dekat pucuk tanaman yang telah menebal dan warnanya hijau tua.

Pengolahan Media Tanam

1.    Persiapan
Penanaman durian, perlu perencanaan yang cermat. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pengukuran pH tanah, analisis tanah, penetapan waktu atau jadwal tanam, pengairan, penetapan luas areal penanaman, pengaturan volume produksi.

2.    Pembukaan Lahan
Pembersihan dan pengolahan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum penanam bibit berlangsung. Batu-batu  besar, alang-alang, poko-poko batang pohon sisa penebangan disingkirkan. Perlu dibersihkan dari tanaman liar yang dapat mengganggu pertumbuhan.

3.    Pembentukan Bedeng
Tanah untuk bedengan pembesaran harus dicangkul dulu sedalam 30 cm hingga menjadi gembur, kemudian campur dengan pasir dan kompos yang sudah jadi.
Untuk ukuran bedengab lebar 1 m panjang 2 m, diberi 5 kg pupuk kompos. Setelah tanah, pasir dan kompos tercampur merata dan dibiarkan selama 1 minggu. Pada saaat itu juga tanah disemprot Vapan/Basamid untuk mencegah serangan jamur atau bakteri pembusuk jamur.

Jika bedengan sudah siap, biji yang telah tumbuh askarnya ditanam dengan jarak 20 x 30 cm. Penanaman biji durian dilakukan dengan cara dibutkan lubang tanam  sebesar biji dan kedalamannya sesuai dengan panjang akar masing-masing. Setelah biji tertanam semua, bagian permukaan bedengan ditaburi pasir yang dicampur dengan tanah halus (hasil ayakan) setebal 5 cm.

4.    Pengapuran
Keadaan tanaha yang kurang subur, seperti tanah podzolik (merah kuning) dan latosol (merah-coklat-kuning), yang cenderung memiliki pH 5 – 6 dan penyusunannya kurang seimbang antara kandungan pasir, liat dan debu, dapat diatasi dengan pengapuran. Pengapuran sebaiknya dilakukan menjelang musim kemarau, dengan kapur pertanian yang memiliki kadar CaCO3 sampai 90%. 2 samapai 4 minggu sebelum pengapuran, sebainya tanah dipupuk dulu dan disiram 4 – 5 kali. Untuk mencegah kekurangan unsure Mg dalam tanah, sebaiknya dua minggu setelah pengapuran, segera ditambah dolomite.

Teknik Penanaman

1. Penentuan Pola Tanam

Jarak tanam sangat tergantung pada jenis dan kesuburan tanah, kultivar durian, serta system budidaya yang diterapkan. Untuk kultivar durian berumur genjah, jarak tanam: 10 m x 10 m. Sedangkan kultivar durian berumur sedang dan dalam jarak tanam 12 m x 12 m.

Intensifikasi kebundurian, terutama waktu biibit durian masih kecil (berumur kurang dari 6 tahun), dapat diupayakan dengan budidaya tumpangsari. Berbagai budidya tupangsari yang biasa dilakuakan yakni dengan tanaman horti (Lombok, tomat, terong dan tanaman pangan: padi gogo, kedelai, kacang tanag dan ubi jalar).

2. Pembuatan Lubang Tanam

Pengolahan tanah terutama dilakukan di lubang yang akan digunakan untuk menanam bibit durian. Lubang tanam dipersiapkan 1 m x 1 m x 1m. saat menggali lubang, tanah galian dibagi menjadi dua. Sebelah atas dikumpulkan di kiri lubang, dan tanah galian bawah dikumpulkan di sebelah kanan lubang. Lubang tanam dibiarkan kering terangin-angin selama ± 1 minggu, lalu lubang tanam ditutup kembali. Tanah galian bagian atas lebih dahulu dimasukan  setelah dicampur pupuk kompos 35 kg/lubang, diikuti oleh tanah bagian bawah yang telah dicampur 35 kg pupuk kandang dan 1 kg fosfat.

Untuk menghindari gangguan rayap, semut dan hama lainnya dapat dicampur insektisida butiran seperti furadan 3 G. selanjutnya lubang tanam diisi penuh sampai tampak membukit setinggi 20 – 30 cm dari permukaan tanah. Tanah tidak perlu dipadatkan. Penutup lubang sebaiknya dilakukan 7 – 15 hari sebelum penanaman bibit.

3. Cara Penanaman

Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya tumbuh 75 – 150 cm, kondisinya sehat, pertumbuhan bagus, yang tercermin dari batang yang kokoh dan perakaran yang banyak serta kuat. Lubang tanam yang tertutup digali kembali dengan uukuran yang lebih kecil, sebesar gumpalan tanah yang membungkus akar bibit durian. Setelah lubang tersedia, dilakukan penanaman dengan cara sebagai berikut:
  1. Polybag/pembungkus bibit dilepas (sisinya digunting/diiris hati-hati).
  2. Bibit dimasukkan ke dalam tanam sampai batas leher.
  3. Lubang di tutup dengan tanah galian. Pada sisi tanaman diberi ajir agar pertumbuhan tanaman tegak ke atas sesuai arah ajir.
  4. Pangkal bibit ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa, lalu disiram air.
  5. Di atas bibit dapat dibangun naungan dari rumbia atau bahan lain. Naungan ini sebagai pelindung agar tanaman tidak layu atau kering tersengat sinar matahari secara langsung
Pemeliharaan Tanaman

1) Penjarangan dan Penyulaman

Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya.
Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda).

Penjarangan dapat dilakukan dengan menyemprotkan hormone tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka dan sudah dibuahi. Ketika hormone disemprotkan, bunga yang telah dibuahi  akan  tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga yang belum sempat dibuahi akan mati dengan sendirinya. Jumlah buah durian yang dijarangkan ± 50-60% dari seluruh buahyang ada.

2)  Penyiangan

    Untuk menghindari persaingan antara tanaman dan rumput disekeliling selama pertumbuhan, perlu dilakukan penyiangan (± diameter 1 m dari pohon durian ).

3)  Pemangkasabn/perempelan

     a.  Akar daun
Pemotongan akar akan menghambat pertumbuhan vegetative tanaman sampai 40% selama± 1 musim. Selama itu pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah, menarik, buah lebih keras dan lebih tahan lama.

Waktu pemotongan  akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil panen berkurang dan pertumbuhan terhambat. Cara pemotongan : kedua sisi barisan tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari pangkal batang.

     b. Peremajaan
Tanaman yang sudah tua dan kurang produktif perlu diremajakan. Tanaman durian tidak harus dibongkar sampai ke akar-akarnya, tetapi cukup dilakukan pemangkasan. Luka pangkasan dibuat miring supaya air hujan tidak tertahan. Untuk mencegah terjadinya infeksi batang, bekas luka tersebut dapat diolesi meni atau ditempeli lilin paraffin.

 Setelah 2-3 minggu dilakukan pemangkasan (di musim hujan) maka pada batang tersebut akan tumbuh tunas-tunas baru. Setelah tunas baru mencapai 2 bulan, tunas tersebut dapart diokulasi. Cara okulasi cabang sama dengan cara okulasi tanaman muda (bibit). Tinggi okulasi dari tanah ± 1-1,5 m atau 2-2,5 m tergantung pada pemotongan batang pokok. Pemotongan batang pokok tidak boleh terlalu dekat dengan tanah.

     c.  Pembentukan tanaman yang terlanjur tua

 Dahan-dahan yang akan dibentuk tidak usah dililiti kawat, tetapi cukujp dibanduli atau ditarik dan dipaksa ke bawah agar pertumbuhan tanaman tidak mengarah ke atas. Cabang yang akan dibentuk dibalut dngan kalep agar dahan tersebut tidak terluka. Balutan kalep tadi diberi tali, kemudian ditarik dan diikat dengan pasak. Denganb demikian, dahan yang tadinya tumbuh tegak ke atas akan tumbuh tegak ke atas akan tumbuh ke bawah mengarah horizontal.

4). Pemupukan

    Sebelum melakukan pemupukan kita harus melihat keadaan tanah, kebutuhan tanaman akan pupuk dan unsure hara yang terkandung dalam tanah.

a.    Cara memupuk

Pada tahap awal buatlah selokan melingkari tanaman. Garis tengah selokan disesuaikan dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm. Tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Swsudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan. Setelah itu tanah diratakan  kembali, bila tanah dalam keadaan kering segera lakukan penyiraman.

b.    Jenis dan dosis pemupukan

Jenis pupuk yang digunakan untuk memupuk durian adalah pupuk kandang, kompos, pupuk hijau serta pupuk buatan. Pemupukan yang tepat dapat membuat tanaman tumbuh subur. Setelah tiga bulan ditanam, durian membutuhkan pemupukan susulan NPK (15:15:15) 200 gr perpohon. Selanjutnya, pemupukan susulan dengan NPK itu dilakukan rutin setiap empat bulan sekali sampai tanaman berumur tiga tahun.

Setahun sekali tanaman dipupuk dengan pupuk organic kompos/pupuk kandang 60-100 kg per pohon pada musim kemarau. Pemupukan dilakukan dengan cara menggali lubang mengelilingi batang bawah di bawah mahkota tajuk paling luar dari tanaman. Tanaman durian yang telah berumur 3 tahun biasanya mulai membentuk batang dan tajuk. Setelah itu, setiap tahun durian membutuhkan tambahan 20-25% pupuk NPK dari dosis sebelumnya.

Apabila pada tahun ke-3, durian diberi pupuk 500 gram NPK per pohon maka pada tahun ke-4 dosisnya menjadi 600-625 gram NPK per pohon. Kebutuhan pupuk kandang juga meningkat berkisar antara 120-200 kg/pohon, menjelang durian berbunga durian membutuhkan NPK 10:30:10. Pupuk ini ditebarkan pada saat tanaman selesai membentuk tunas baru (menjelang tanaman akan berbunga).

5).  Pengairan dan Penyiraman

Durian membutuhkan banyak air pada pertumbuhannya, tapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama atau sampai terlalu basah. Bibi durian yang baru ditanam membvutuhkan penyiraman satu kali sehari, terutama kalau bibit ditanam pada musim kemarau. Setelah tanaman berumur satu bulan, air tanaman dapat dikurangi sekitar tiga kali seminggu.

Durian yang dikebunkan dengan skala luas mutlak membutuhkan tersedianya sumber air yang cukup. Dalam pengairan perlu dibuatkan saluran air drainase untuk menghindari air menggenangi bedengan tanaman.

6). Waktu penyemprotan pestisida
Untuk mendapatkan pertumbuhan bibit tanaman yang baik, setiap 2 minggu sekali bibit disemprot zat pengatur tumbuh Atonik dengan dosis 1 cc/liter air dan ditambah dengan Metalik dengan dosis 0,5 cc/liter. Hal ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman agar lebih sempurna.
Jenis insektisida yang digunakan adalah Basudin yang disemprot sesuai aturan yang ditetapkan dan berguna untuk pencegahan serangga. Untuk cendawan cukup melaburi batabg dengan fungisida (contohnya Dithane atau Antracol) agar sehat. Lebih baik bila pada saat melakukan penanaman, batang durian ditaburi oleh fungisida tersebut.

7). Pemeliharaan Lain
Pemeliharaan zat pengatur tumbuh (ZPT) berfungsi mempengaruhi jaringan-jaringan pada berbagai organ tanaman. Zat ini sama sekali tidak memberikn unsure tambahan hara pada tanaman. ZPT dapat membuat tanaman menjadi lemah sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan petunjuk pemakaian yang tertera pada label yang ada dalam kemasan, sebab pemakaian ZPT ini hanya dicampurkan saja.
Hama dan Penyakit

Hama
1. Penggerek buah (jawa:Gala-gala)

Hama jenis ini cukup merisaukan pemilik tanaman durian. Bagaimana tidak, mereka melihat batang tanamnya penuh dengan lubang bekas gerekan hama. Hama penggerek mula-mula meyerang kulit batang. Kemudian, ia membuat lubang ke arah bagian dalam sampai menembus jaringan kayu. Akibatnya pembuluh kayu dan pembuluh tapisdi dalam jaringan kayu mengalami gangguan dalam aktivitasnya mengangkut air beserta zat hara dari bawah (akar) ke atas (daun, ranting, dan bunga). 

Karena tidak sempurnanya lalulintas pengangkutan air dan zat hara tersebut, suplai air dan zat hara ke seluruh bagian tanaman, termasuk ke daun pun terganggu. Padahal bagi tanaman, daun merupakan dapur untuk mengolah makanan yang dibutuhkan bagian tanaman lain. Efeknya, fungsi daun menjadi tidak normal, pertumbuhan tanaman terganggu, dan cabang atau ranting yang tergerek akan cepat menjadi kering dan mati karena rusaknya pembuluh kayu secara total.

Cara penanganan kerusakan tumbuhan akibat hama penggerek tersebut, sebaiknya pemilikk tanaman durian lebih teliti mengamati kondisi tanamannya. Jika terlihat ada cabang atau ranting yang berlubang bekas gerekan, cabang atau ranting tersebut harus segera dipotong dan larva penggerek harus dimatikan. Caranya dengan membelah bagian ranting yang digerek dan membunuh larva yang ditemukan itu. Tindakan lain yang dapat dilakukan adalah dengan mengumpulkan bagian cabang atau ranting berlubang tersebut lalu membakarnya.

Namun, bagaimana bila hama penggerek itu telah melubangi batang utama. Tentu saja kita dapat memotongnya. Tindakan yang perlu kita lakukan adalah dengan menyumbat lubang itu menggunakan kapas yang telah diberi insektisida. Akan tetapi, sebelumnya lubang itu telah dibersihkan.

Namun, bagaimana bila cabang atau bagian batang yang terserang berada pada ketinggian yang sulit dijangkau. Dalam keadaan seperti itu, cara termudah adalah dengan penginfusan insektisida sistemik. Dengan demikian, racun insektisida dapat disalurkan ke seluruh tubuh tanaman dengan jaringan yang ada.

Cara melakukannya adalah dengan melubangi batang dengan menggunakan bor dengan arah miring sedalam3-10 cm. Kemudian ke dalam lubang itu dimasukan selang kecil. Ujung selang lainnya di masukan ke dalam botol yang berisi insektisida. Botol insektisida itu diikat pada batang bagian atas lubang. Jangan lupa batang yang berlubang setelah dimasukkan selang agar diberi pengedap.

Namun demikian, penginfusan akan berbahaya bila waktunya tidak tepat. Penginfusan insektisida dapat mencemari buah yang akan dipanen. Untuk itu, pemberian insektisida secara infuse sebaiknya dihentikan selama satu bulan sebelum buah dipanen.

Untuk menghindari berbagai resiko tersebut, jalan terbaik adalah dengan melakukan penginfusan akar sejak tanaman mulai berguna. Setelah itu dapat dibantu dengan pembrongsongan pada saat buah pentil untuk mencegah buah dari serangan penggerek yang datang kemudian.

Ciri: Penggerek ini biasanya meletakkan telur pada kulit buah dan dilindungi oleh jarring-jaring mirip rumah laba-laba. Larva yang telah menetas dari telur langsung menggerek dan melubangi dinding-dinding buah hingga masuk ke dalam. Larva tersebut tinggal di dalam buah sampai menjadi dewasa. Buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua.

Penyebaran: Serangga penggerek buah menyebar dengan cara terbang dari pohon durian yang satu ke pohon lainnya. Serangga penggerek buah ini bertelur pada buah durian yang dihinggapinya. Kegiatan bertelur ini dilakukan secara periodic setiap menjelang musim kemarau.

Pengendalian: dilakukan dengan insektisida, seperti Basudin, Sumithion 50 AC, Thiodan 35 EC, dengan dosis 2-3 cc/liter air.

2.    Lebah mini

Ciri:hama ini berukuran kecil, tubuhnya berwarna coklat kehitaman dan sayapnya bergaris putih lebar.Setelah lebah menjadi merah violet, ukuran panjangnya menjadi 3,5 cm. Pada fase ulat(larva), hama ini menyerang daun-daun durian muda. Selama ham tersebut mengalami masa istirahat (bentuk kepompong), mereka akan menempel erat pada kulit buah. Setelah menjafdi lebah, serangga ini mencari makan dengan cara menggerek ranting-ranting muda dan memakan daun-daun muda.
Pengendalian: menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40 EC (Triazofos 420 gram/lier), dan insektisida, seperti Supracide 40 EC dosis 420 gram/liter dan Ternik 106 (Aldikarl 10%).

3.    Ulat penggerek bunga (Prays citry)

Ulat ini menyerang tanaman ytang baru berbunga, terutama bagian kuncup bunga dan calon buah.
Ciri: ulat ini warna tubuhnya huijau dan kepalanya merah coklat, setelah menjadi kupu-kupu berwarna merah sawo agak kecoklatan, abu-abu dan bertubuh langsing.
Gejala: Kuncup bunga yang terserang akan rusak dan putiknya banyak yang berguguran. Demikian pula, benang sari dan ta juk bunganya pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat.

Penularan ke tanaman lain dilakukan olah kupu-kupu dari hama tersebut.
Pengendalian: dilakukan dengan menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40 EC , nuvacrom SWC. Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter).

4.    Kutu loncat durian

Ciri: serangga berwarna kecoklatan dan tubuhnya diselimuti benang-benang lili putih hasil sekresi tubuhnya; bentuk tubuh, sayap dan tungkainya mirip dengan kutu loncat  yang menyerang tanaman lamtoro.
Gejala: kutu loncat bergerombol menyerang pucuk daun yang masih muda dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang bdaun sehingga daun-daun akan kerdil dan pertumbuhannya terhambat; setelah menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut-semut bergerombol.
Pengendalian; daun dan ranting-ranting yang terserang dipangkas untuk dimusnahkan. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air.

Penyakit

1.    Phytopthora parasitica dan Pythium complectens

Penyebab: Pythium complectens, yang menyeranmg bagian tanaman seperti daun, akar dan percabangan.
Penularan dan penyebab: penyakit ini menular dengan cepat ke pohon lain yang berdekatan. Penularan terjadi bila ada akar yang terluka.
Penularan terjadi bersama-sama dengan larutnya tanah atau bahan organic yang tersangkut air.
Gejalanya: daun durian yang terserang menguning dan gugur mulai dari daun yang tua, cabang pohon kelihatan sakit dan ujung-ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang di bawahnya. Kulit di atas permukaan tanah menjadi coklat dan membusuk.

Pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang. Jika dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi coklat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah jambu.

Pengendalian: (1) upayakan drainase yang baik agar tanah tidak terlalu basah dan air tidak mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan; (2) pohon yang sakit dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar: (3) pilih bibit durian kerikil untuk batang bawah karena jenis ini lebih tahan terhadap serangan jamur sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit busuk.

2.    Kanker bercak

Penyebab: Phythium palvimora, terutama menyerang bagian kulit batang kayu.
Penyebaran oleh spora sembara bersamaan dengan butir-butir atau bahan organic yang tersangkut air. Penyebaran penyakit ini dipacu oleh curah hujan yang tinggi dalam cuaca kering. Jamur dapat tumbuh dengan baik pada suhu antara 12-35 derajat C. Gejala: kulit batang durian yang terserang mengeluarkan blendok (gum) yang gelap; jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas kr dalam sampai ke kayu; daun-daun rontok dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati.

Pengendalian: (1) perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir dipermukaan tanah dan untuk batang yang sakit (5) dilakukan dengan cara memotong kulit yang sakit sampai ke kayunya yang sehat dan potongan tanaman yang sakit harus dibakar, sedangkan bagian yang terluka diolesi fungisida, misalnya difolatan 4 F 3%.

3.    Jamur upas

Gejala: pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang-benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba  pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan matinya cabang.

Pengendalian: (1) serangan jamur yang masih pada tingkat sarang laba-laba dapat dilakukan dengan cara melumasi cabang yang terserang dengan fungisida, misalnya calizin RM; (2) jika jamur sudah membentuk kereak merah jambu, sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kira-kira lebih 30 cm ke bawah bagian yang berjamur;(3) dengan menyemprotkan Antocol 70 WP (propined 70,5%), dosis 100-200 gram/liter air sampai air atau 1-1,5 kg/ha aplikasi.


Cara Mudah Membuat Hotspot dengan Windows 7 Saja

cara membuat hotspot 
Bismilah Tyotriks posting lagi nih kali ini tentang Cara Mudah Membuat Hotspot dengan Windows 7 Saja, tentunya kalian sudah tau kan apa itu hotspot, nah jika laptop atau komputer anda bisa akses internet baik menggunakan modem atau kabel lan speedy tetapi anda juga punya hp yang support wifi, anda bisa membuat hotspot di komputer atau pc anda kemudian anda konekan dengan hp dan tarrraa hp anda bisa koneksi ke internet. Oke, langsung aja gan ke Cara Mudah Membuat Hotspot dengan Windows 7 Saja.
Untuk membuat hotspot dengan memanfaatkan wifi di laptop/notebook sebenarnya ada banyak cara. Disini saya akan share cara yang menurut saya yang paling mudah dan simple, yakni menggunakan tool yang benama Connectify. Connectify hanya berjalan di Windows 7, jadi selain itu mohon maaf yah. Hehehe

Bahan-bahan yang di butuhkan :
  • Jaringan Internet (tested on speedy, fastnet dan Modem HP SMART)
  • Notebook/Laptop yang sudah ada wifi nya.
  • Windows 7
  • Software Connectify
Oke, langsung aja kita ke tahap-tahap yang sudah di tunggu-tunggu.

Cara setting (perhatikan gambar di atas) :
  1. Wifi-Nama : Isi nama jaringan wifi anda anda kehendaki. (misal : remoxpArea)
  2. Password : masukan password sesuai keinginan anda. Berfungsi untuk mengamankan jaringan internet anda, dari orang-orang yang tidak berkepentingan.
  3. Internet : Pilih sumber koneksi internet anda yang akan anda share.
  4. Wifi : Pilih "wireless network connection"
  5. Mode : Biasanya di sesuaikan dengan jenis kartu wifi anda, tergantung kartu wifi anda, sudah support yang mana.
  6. Klik aplly settings
  7. Lalu start hotspot
  8. Selesai
cara membuat hotspot
Connectify dapat berjalan di wifi card:
  • Atheros AR5xxx/AR9xxx cards, driver version 8.0.0.238
  • Broadcom 4310-series (in many Dell laptops)
  • Broadcom 4321AG/4322AG/43224AG WLAN Adapter, driver version 5.60.18.8
  • D-link AirPlus G DWL-G510 Wireless PCI Adapter, driver version 3.0.1.0
  • D-Link DWA-140 RangeBooster N USB Adapter, driver version 3.0.3.0
  • Dell 1510 Wireless N adapter, Broadcom version,driver 5.60.18.8,
  • Intel 5100/5300, WiFi Link 1000 BGN, driver version 13.0.0.107
  • Linksys Dual-Band Wireless-N USB Network Adapter(WUSB600N), driver version 3.0.10.0
  • Netgear 108 Mbit WG311T
  • Ralink RT2870 (in many 802.11n USB dongles)
  • Realtek RTL8187B (Win7 driver ver.1178)
  • Realtek RTL8187SE (with the drivers that came with Windows 7)
  • Realtek RTL8192u with 1370(Beta)
  • Sitecom Wireless USB Adapter 54g WL-608, with Ralink RT2870 drivers, version 3.0.9.0. 
Sekaian postingan dari TYOTRIKS.BLOGSPOT.COM yaitu tentang Cara Mudah Membuat Hotspot dengan Windows 7 Saja, semoga bermanfaat dan terima kasih
 

Download Angry Birds Terbaru Free


Download Angry Birds Terbaru Free

Tyotriks posting lagi kali ini tentang Download Angry Birds Terbaru Free dan tentunya Full Version + Crack,Siapa yang tak kenal dengan game yang satu ini, Software Game yang sangat populer ini pernah mendapat page rating penuh, pasalnya software game ini enteng dan unik, sehingga banyak orang yang mencobanya, sebuah game sederhana dengan animasi yang apik yang dijamin tak akan membuat bosan dan bahkan akan membuat ketagihan siapa saja yang mencobanya. Disini saya akan memberi link download Angry Birds FULL VERSION, lengkap dengan versi terbaru Angry Birds Season dan Angry Birds Rio.
DOWNLOAD DISINI

Download Game Dungeon Hunter 2 Free


Download Dugeon Hunter 2
Asalamualaikum wr wb..
Dsini TYOTRIKS.BLOGSPOT.COM mau posting lagi nihh, kali ini tentang software game, bagi anda yang bosan dengan mainan-mainan yang ada di laptop anda sebaiknya anda mencoba game 'Download Game Dungeon Hunter Free' ini selain bagus game ini juga banyak di minati lohh..isinya tentang petualangan yang menarik dan enteng.
Profill :
Sebuah petualangan epik yang dirangkum dalam game bergenre Action RPG. Dengan beberapa fitur yang membuat permainan terasa tak membosankan, disertai dengan mode multiplayer untuk bermain bersama kawan menggunakan koneksi Wi-fi.
DOWNLOAD DISINI

Rabu, 26 Desember 2012

Budidaya Pala dan Budidaya Tanaman Pala

Budidaya, pala, tanaman, cara, hama

Budidaya pala dan budidaya tanaman pala banyak dikembangkan para petani di Indodnesia baik perorangan maupun yang dikelola oleh perusahaan, karena tingginya permintaan pala untuk kebutuhan di dalam negeri maupun di luar negeri, maka tanaman ini cukup menarik minat para pebisnis khususnya di dunia agrobisnis.

Budidaya pala dan budidaya tanaman pala di Indonesia cukup pesat perkembangannya, karena selain kebutuhan pala untuk bumbu masak sekarang banyak yang memproduksi pala untuk dikembangkan sebagai bahan obat-obatan seperti minyak aeteris, minyak asiri dll yang semuanya terbuat dari biji pala, dan minyak ini dapat diproduksi dalam berbagai produk lainnya.

Untuk mengetahui bagaimana langkah-langkah budidaya pala, dibawah ini penjelasannya

1.    Keadaan Iklim

Tanaman pala memerlukan iklim tropis yang panas dengan curah hujan yang tinggi tanpa adanya periode(masa) kering yang nyata. Di daerah yang tropis seperti Indonesia, tanaman pala dapat beradaptasi luas terhadap lingkungan tumbuh. Misalnya, di Pulau Banda tanaman pala tumbuh pada ketinggian 500 m dari permukaan laut(dpl). Namun, tanaman pala di daerah yang ketinggian tempatnya di atas 700 m dpl., dinilai tidak produktif.

Secara umun tanaman pala tumbuh dan berproduksi dengan baik pada daerah dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl., dengan suhu udara optimum berkisar antara 20°C-30°C, kelembapan antara 50%-80%, curah hujan antara 2.000 mm-3.500 mm/tahun, dan tempatnya terbuka (mendapat cukup sinar matahari). Jumlah curah hujan yang baik bagi pertumbuhan dan produksi tanaman pala belum diketahui dengan pasti, tetapi dari pengalaman menunjukkan bahwa curah hujan 2.175 mm-3.550 mm/tahun merupakan curah hujan yang baik bagi pertumbuhan tanaman pala. Makin tinggi curah hujan makin tinggi pula produksi yang dihasilkan

2.    Keadaan Tanah

Pada prinsipnya tanaman pala dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah. Namun, untuk memperoleh pertumbuhan dan produksi yang optimum, tanaman pala menghendaki tanah yang ringan(gembur), berstektur pasir sampai lempung, terutama tanah vulkanis atau tanah di sekitar gunung berapi dengan keadaan aerasi dan drainase yang baik, subur, dan mempunyai pH 5,5-7,0. Tanaman pala cocok ditanam pada tanah andosol, latosol, dan alluvial yang kaya bahan organic.

Pada tanah miskin hara, tanaman pala masih dapat tumbuh apabila disertai pemupukan dan perawatan yang baik. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman pala dengan baik, perlu dipilih tanah yang terhindar dari erosi, tanah mudah dikerjakan atau tidak terlalu keras, pengaturan tata air, dan udara dalam tanah yang baik, serta unsure hara cukup tersedia.

Tanaman pala peka terhadap genangan air (becek), karena genangan air dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat dan mudah terserang penyakit busuk akar. Oleh karena itu, tanaman pala akan cocok diusahakan pada areal yang tofografinya tidak datar (bergelombang) dan drainasenya baik.

Tanaman pala yang sudah berumur 4-5 tahun memerlukan sinar matahari yang banyak untuk dapat berproduksi. Penjarangan pohon pelindung harus diperhatikan untuk mencegah tanaman pala tumbuh tidak normal(memanjang ke atas), dan untuk mencegah persaingan dalam pengambilan unsure hara antara pala dengan pohon pelindung.

Teknik Budi Daya Tanaman Pala

Kegiatan pokok dalam tehnik budidaya tanaman pala meliputi aktivitas-aktivitas sebagai berikut.

1.    Penyiapan Lahan

Pekerjaan penyiapan lahan untuk menanam tanaman pala sebaiknya dilakukan pada musim kemarau atau minimal satu bulan sebelum tanam. Tahap-tahap penyiapan lahan meliputi berikut ini.
  •     Pembukaan Lahan
Pekerjaan membuka lahan diawali dengan pembabatan semak belukar dan penebangan pohon-pohon, kemudian semua pohon-pohon tersebut dikumpulkan di suatu tempat agar mudah di manfaatkan untuk kebutuhan kayu bakar.
  •     Pengolahan Tanah
Lahan yang sudah bersih dari pepohonan dapat segera dicangkul sedalam 30 cm hingga gembur sambil tanahnya dibalikkan. Pengolahan tanah bertujuan menggemburkan tanah, menyingkirkan akar dan sisa-sisa tanaman, serta menciptakan areal yang aerasi dan drainasenya baik. Pengolahan tanah pada lahan yang miring harus dilakukan menurut arah melintang lereng(contour) agar terbentuk alur yang dapatr menghambat aliran permukaan dan menghindari terjadinya erosi.
  •     Pembuatan Lubang Tanam
Tata cara membuat lubang tanam meliputi langkah-langkah kerja sebagai berikut.

1)    Tetapkan tempat lubang tanam yang pertama sejauh setengah jarak tanam dari pinggir atau batas  kebun, yaitu jarak 4,5 m-5,0 m apabila digunakan jarak tanam 9 m x 9 m atau 10 m x 9 m.

2)    Pasang ajir dari bilah bamboo sebagai ciri tempat lubang tanam dengan jarak antarajir 3 m x 3 m.

3)    Buat lubang berbentuk segi empat ukuran 60 cm x 60 cm atau 1 m x 1 m, tergantung kesuburan tanah.

4)    Galilah tanah dalam lubang tersebut sedalam 30 cm, kemudian tanah galiannya di angkat ke bagian kiri lubang yang terkena sinar matahari pagi.

5)    Perdalam lubang tadi menjadi 60 cm, hingga ukurannya menjadi 60 cm x 60 cm atau 1 m x 1 m x 0,6 m. Tanah galiannya diangkat ke bagian kanan lubang atau tempat yang terkena sinar matahari siang atau sore.

6)    Keringkan lubang tanam minimal 15 hari agar gas-gas beracun dalam tanah menguap.

7)    Masukkan kembali lapisan tanah yang berasal dari dasar lubang ke tempat semula.

8)    Lapisan tanah atas dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 20 kg-40 kg, kemudian masukkan ke dalam lubang tanam.

2.    Penyiapan Bibit

Binit tanaman pala yang siap ditanam adalah bibit yang telah berumur lebih  dari satu tahun dan tidak lebih dari dua tahun. Jika umur bibit melebihi dari ketentuan tersebut karena terlalu lama di tempat pembibitan, maka pertumbuhannya akan terhambat dan akarnya berlipat-lipat.

Pedoman mennetukan jumlah bibit per satuan luas lahan digunakan pendekatan rumus sebagai berikut.

Jumlah bibit yang dibutuhkan = Luas lahan(m²) : Jarak tanam x 1 batang bibit
Lahan seluas 1 hektar dengan  jarak tanam 9 m x 9 m dan lahan yang efektif ditanami 90%, dibutuhkan bibit tanaman pala sebanyak kurang lebih 111 batang bibit tanaman pala. Sebulan sebelum tanam sebaiknya bibit diadaptasikan dulu di lokasi dekat kebun.

3.    Penanaman

Waktu tanam yang paling baik adalah pada musim hujan untuk menjamin tersedianya sumber air yang sangat dibutuhkan pada fase awal pertumbuhan bibit tanaman pala. Bibit dipindahkan dari pesemaian dengan system putaran.Bibit putaran dibungkus dengan gedebok pisang atau pembungkus lainnya yang dapat merembeskan air. Namun, bibit dalam polibag dapat langsung ditanam pada lubang tanam yang tewrsedia.

Pengaturan jarak tanam sangat penting karena tanpa mengatur jarak tanam yang tepat, maka tanaman tidak dapat berproduksi secara maksimal. Jarak tanam pada tanah datar adalah 9 m x 10 m, sedangkan pada tanah bergelombang(bukit) 9 m x 9 m.

Tata cara menanam bibit tanaman meliputi langkah-langkah kerja sebagai berikut.

1)    Siapkan alat dan bahan yang terdiri atas bibit tanaman pala dalam polibag, cangkul, gembor (embrat), dan sarana penunjang lainnya.

2)    Galilah tanah seukuran daun cangkul pada lubang tanam yang telah disiapkan jauh sebelumnya.

3)    Siramlah medium tanam pada polibag yang berisi bibit tanaman pala dengan air bersih hingga cukup basah atau lembap.

4)    Keluarkan bibit bersama medium tanamnya dari polibag secara hati-hati agar tidak merusak akar.

5)    Bibit tersebut segera ditanam tepat di tengah-tengah lubang tanam dengan posisi tegak.

6)    Tanah di sekitar pangkal batang bibit tanaman pala dopadatkan pelan-pelan agar akar tanaman langsung kontak dengan air tanah.

7)    Tanah di sekeliling bibit tanaman pala disiram hingga cukup basah atau lembap.

8)    Pasanglah kayu atau bilah bamboo penyangga di sisi kiri dan kanan batang tanaman tersebut.

9)    Seusai menanam dilakukan penyiraman hingga tanah di sekitar pangkal batang dan akar cukup basah

4.    Pemeliharaan Tanaman

Kegiatan pokok pemeliharaan tanaman pala meliputi aktivitas-aktivitas sbagai berikut.
  •     Penyulaman
Pada periode sejak bibit pala ditanam sampai berumur 1 bulan perlu diperhatikan pengamatan tanaman secara teliti Bibit tanaman yang mati atau tumbuhnya abnormal segera disulam atau diganti dengan bibit yang baru.

Cara menyulam adalah mula-mula bibit tanaman yang lama dibongkar, kemudian bibit yang baru dikeluarkan  dari polibag bersama akar dan mediumnya. Bibit tersebut ditanam di tengah-tengah lubang tanam secara tegak  dan tanah di sekitar pangkal batang di padatkan pelan-pelan.Setelah selesai menyulam segera disiram air seperlunya.
  •     Pengairan
Tanaman pala membutuhkan cukup air, karena apabila kekurangan air pada fase vegetative akan menghambat pertumbuhan tunas dan akar. Sedangkan kekurangan air pada fase generative mengakibatkan kerontokan bunga atau buah, sehingga menurunkan produksi dan mutu buah, sehingga menurunkan produksi dan mutu buah.

Persediaan air dan pengairan harus cukup, terutama selama musim kering (kemarau). Sumber air dapat berasal dari sungai, kolam, waduk, serta sumur pantek. Pada tanaman pala yang baru ditanam, pengairan dapat dilakukan 1-2 kali sehari, terutama jika tidak hujan. Pada tanaman pala yang dewasa, pengairan dapat disesuaikan dengan keadaan tanah.

Cara mengairi dapat dilakukan dengan system jaringan pipa PVC atau pipa ledeng yang ditanam dalam tanah dan peralatan pompamuntuk mengatur distribusi air. Pemberian air bisa dikontrol hanya pada saat dibutuhkan dan dalam jumlah tertentu. Pengairan dapat pula dengan system percikan (springkler) atau tetesan yang digerakakkan mesin agar air yang disalurkan dapatmmemancar rata membasahi bidang lahan yang diinginkan.
  •     Penyiangan dan Penggemburan Tanah
Sebulan setelah tanam biasanya lahan kebun tanaman pala ditumbuhi dengan rumput-rumput liar (gulma). Gulma tersebut perlu disiangi karena gulma akan menjadi pesaing bagi tanaman pala dalam hal kebutuhan unsure hara, air, dan sinar matahari, bahkan gulma kadang-kadang menjadi sarang hama atau penyakit. Penyiangan selanjutnya dilakukan secara teratur, yaitu setiap 3 bulan atau pada saat rumput telah tumbuh kembali.

Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma yang terdapat di bawah tajuk tanaman, sekitar 30 cm-50 cm dari pangkal batang. Sambil menyiangi dilakukan penggemburan tanah secara hati-hati, kemudian tanahnya ditimbunkan dekat pangkal batang atau perakaran yang muncul ke permukaan tanah.
  •     Pohon pelindung
Tanaman muda umumnya tidaktahan terhadap panas matahari. Oleh karena itu untuk menghindari kerusakan tanaman perlu disiapkan pohon pelindung yang cukup. Setelah tanaman berumur 4 tahun, pohon pelindung dapat diperjarang.
  •     Pemupukan
Untuk menjamin tanaman pala tumbuh dengan baik dan terus menerus berproduksi tinggi, pemupukan perlu dilakukan. Pupuk yang diberikan dapat berupa pupuk organic (pupuk kandang, kompos) dan pupuk buatan (urea,TSP, dan KCL). Pupuk organic sangat baik untuk menjaga keremehan tanah serta kesuburannya. Syarat penting pupuk organic adalah unsure N harus terdapat dalam persenyawaan organic agar mudah diserap tanaman dan pupuk tidak meninggalkan sisa asam organic di dalam tanah.

Pupuk anorganik yang paling dibutuhkan adalah Nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K), serta unsure-unsur hara makro atau mikro seperti Zn, Cu, Mn, dan lain-lain.

Dosis pupuk yang diberikan terdiri atas 1 kg Urea + 1,1 kg TSP + 1,2 kg KCL per pohon. Pupuk diberikan 2 kali dalam setahun, yaitu pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan dengan menyesuaikan kandungan unsure dari pupuk yang digunakan. Pupuk kandang dapat diberikan asal telah masak sehingga kontaminasi antara tanaman dengan zat yang berbahaya dapat dihindari.

Sumberr pupuk organic dan kandungan mineralnya setiap jenis pupuk tersebut.Sebelum dipupuk, sekeliling tanaman dibersihkan dahulu kemudian dibuat parit melingkari tanaman selebar kanopi sedalam 2-10 cm. pupuk ditaburkan di dalamnya dan kemudian ditutup kembali.
  •     Pananaman Tanaman Sela
Pada fase vegetative, yaitu sejak bibit pala ditanam sampai tanaman mulai belajar berbuah, maka di antara tanaman-tanaman pala tersebut masih longgar. Lahan tersebut di olah dengan baik dan dibuat bedengan-bedengan untuk ditanami tanaman sela, misalnya menanam kacang-kacangan atau sayuran.

Setelah tanaman pala mulai belajar berbuah, tanamana sela dapat diganti dengan tanaman penutup tanah atau rumput. Penutup tanah berguna untuk menjaga kelembapan tanah, memperbaiki struktur tanah, menekan pertumbuhan gulma, dan mencegah erosi lahan di sekitar tanaman.


        Hama dan Penyakit Tanaman PALA

A.    Hama


Hama penting yang sering menyerang tanaman pala di antaranya adalah swbagai berikut.

1.    Penggerek Batang (Batocera spp.)


Serangan hama penggerek batang menimbulkan gejala terdapat gerekan pada batang dengan diameter ½-2 cm, dan dalam lubang gerekan tadi terdapat serbuk kayu. Akibat serangan hama ini dalam waktu yang lama dapat mematikan tanaman.

Pengendalian hama penggerek batang dapat dilakukan dengan cara menutup lubang gerekan dengan kayu, menginjeksi racun sehingga sistemik ke dalam batang, membuat lekukan pada lubang gerekan dan membunuh hamanya.

2.    Rayap

Serangan rayap banyak dijumpai pada kebun-kebun yang kurang bersih dari semak dan tunggul-tunggul pohon. Rayap biasanya menyerang bagian bawah tanaman, dimulai dari akar dan pangkal batang hingga bagian dalam batang, sehingga seluruh bagian batang terserang.

Tanda khusus serangan rayap adalah terjadinya bercak hitam pada permukaan batang. Apabila bercah hitam dikupas, maka kelihatan sarang serta saluran yang dibuat oleh rayap di dalamnya. Akhirnya batang tanaman yang terserang berat akan mati.

Pengendalian rayap dapat dilakukan dengan cara menyemprot larutan insektisida dua kali dalam setahun. Penyemprotan ditujukan pada tanah dan sekitar batang untuk mencegah naiknya rayap ke bagian batang sebelah atas.

3.    Kumbang (areoceum foriculatus)

Hama Ini menyerang biji pala yang telah jatuh. Imago menggerek biji, kemudian meletakkan telur di dalamnya. Dalam biji tersebut, telur akan berkembang menjadi lundi yang dapat menggerek biji pala secara keseluruhan.

Pengendalian hama kumbang dapat dilakukan dengan cara memetik buah pala yang terserang, kemudian buah atau biji pala tersebut segera dikeringkan.

B.    Penyakit

Penyakit utama yang sering merugikan tanaman pal diantaranya adalah sebagai berikut.

1.    Busuk Buah Kering

Penyebab penyakit busuk buah kering adalah cendawan (jamur) Siigmina myristicae (Stein) Mand. Sum Et Rifai. Gejala serangan yang dapat diamati secara visual adalah pada buah yang terinfeksi mula-mula terdapat bercak-bercak kecil bulat bergaris tengah kurang lebih 0,3 cm, berwarna cokelat atau mengendap (cekung).

Bercak tersebut akan terus meluas mencapai kurang lebih 2,5 cm. Pada permukaan bercak, jamur akan membentuk massa berwarna hitam kehijauan. Akhirnya bercak akan mongering dan menjadi keras, sehingga buah pecah dan gugur.

Pengendalian penyakit busuk buah kering dapat dilakukan dengan cara mengurangi kelembapan dengan mengadakan pembabatam gulma dan sanitasi kebun, membakar sisa-sisa tanaman yang sakit, dan penyemprotan fungisida Dithame M-45 konsentrasi 0,2%.

2.    Busuk Buah Basah

Penyebab penyakit busuk buah basah adalahcendawan (jamur) Colletotrichum gloeosporioides Penz. Gejala serangan yang dapat diamati adalah paha pangkal buah yang terinfeksi terdapat bercak-bercak berwarna cokelat. Perkembangan bercak cepat sekali, sehingga dalam beberapa hari garis tengahnya mencapai 2,5 cm . Bagian dalam daging buah menjadi rusak, lunak, dan berair kebasah –basahan. Buah yang sakit menjadi mudah gugur dan berwarna cokelat seperti habis direbus.

Pengendalian penyakit busuk buah basah dapat di lakukan dengan cara menjaga kebersihan (sanitasi) kebun, memangkas buah yang terserang berat, dan menyemprot tanaman dengan fungisida selama musim hujan antara lain dengan Dithane M-45 konsentrasi 0,2%.

3.    Busuk Buah dan Gugur Daun

Penyebab penyakit busuk buah dan gugur daun adalah cendawan (jamur) phythopthora palmivora (Butl) Butl. Gejala serangan penyakit ini adalah terdapat bercak-bercak kecil berwarna kehitaman pada buah yang masih muda. Bercak tersebut terus meluas, sehingga akhirnya buah menjadi pecah, dan fuli berwarna putih tampak dari luar, hingga akhirnya buah busuk.

Serangan pada buah pala yang masak menyebabkan kulit buah bebercak-bercak berwarna kuning sampai cokelat tua kehitaman. Daun dan pangkal daun yang terinfeksi menjadi berwarna cokelat tua kehitaman, daun rontok, dan akhirnya pohon menjadi gundul.

Pengendalian penyakit busuk buah dan gugur daun dapat dilakukan dengan cara mengatur jarak tanam yang lebar (jarang), pemangkasan bagian tanaman yang sakit, dan sanitsi kebun.

4.    Terbelah putih

Penyebab penyakit terbelah putih adalah cendawan (jamur) Coreneum sp. Gejala serangannya adalah terdapat bercak-bercak kecil berwarna ungu kecokelatan pada bagian luar daging buah yang berumur antara 5-8 bulan. Beecak tersebut bertambah besar dan berubah menjadi hitam. Daging buah yang terinfeksi menjadi hitam. Daging buah yang terinfeksi menjadi terbelah dan kemudian buah akan jatuh sebelum tua.

Pengendalian penyakit terbelah putih dapat dilakukan dengan cara membuat saluran pembuangan air (drainase) yang baik, pengasapan belerang di bawah pohon dengan dosis 100 gram belerang/pohon, membuang buah-buah yang terserang, dan penyemprotan fungisida.

5.    Pecah Buah Mentah


Penyakit pecah buah mentah disebut penyakit fisiologis yang disebabkan oleh beberapa factor, di antaranya umur pohon telah tua, penyerbukan dan pembuahan yang menyimpang, sifst-sifat keturunan, jarak tanam rapat, dan kondisi kebun tidak terpelihara. Serangan penyakit fisiologis biasanya terjadi pada buah yang berumur 4-6 bulan. Gejala serangan yang dapat diamati adalah buah pecah, sehingga biji dan fuli yang masih berwarna putih kemerahan sampai merah muda terlihat dari luar. Pengendalian penyakit fisiologis dapat dilakukan dengan cara memelihara tanaman secara intensif, terutama pemupukan dan sanitasi kebun.

6.    Penyakit Lain


Penyakit lain yang sering ditemukan adalah kanker batang dan rumah laba-laba. Penyakit kanker batang  menyerang batang, cabang,dan ranting, sehingga membengkak. Sedangkan penyakit rumah laba-laba menyerang cabang, ranting, dan daun, yang menimbulkan gejala daun mongering, kemudian diikuti oleh ranting serta cabang.

Pengendalian kedua jenis penyakit ini dapat dilakukan dengan cara membersihkan kebun dari semak belukar, memangkas bagian yang terserang dan kemudian membakarnya.

Senin, 24 Desember 2012

Budidaya Kakao atau Coklat Dengan Cara Okulasi dan Stek

Budidaya Kakao, Budidaya Kakao,Budidaya Kakao, Budidya kakao

Budidaya kakao atau coklat dengan cara okulasi dan stek sering dilakukan oleh para petani kakao untuk tujuan pengebangbiakan, setelah pada postingan sebelumnya kita membahas Budidaya kakao budidaya tanaman kakao atau budidaya coklat maka pada postingan kali ini kita membahas okulasi dan stek. Yang sering melakukan cara stek pada tanaman kakao atau coklat ini adalah di Negara Amerika Tengah dan amerika Selatan, sedangkan untuk di Indonesia banyak menggunakan cara cars okulasi.

Budidaya kakao atau coklat dengan cara okulasi dan stek memiliki langkah-langkah dan perawatan yang berbeda, namun cara okulasi lebih mudah dibandingkan dengan cara stek, hal inilah yang mendorong para petani kita banyak mengambil cara pengembangbiakan dengan okulasi.
Cara Pengembangbiakan Secara Stek

Pembiakan cara stek ini dikenal dengan dua cara. cara pertama adalah Single Leaf Cutting dan yang kedua Steam Cutting. Single leaf cutting, satu stek hanya terdiri dari ruas dan satu daun yang melekat. Sedangkan Steam Cutting berbentuk hapir satu cabang yang terdiri dari beberapa ruas dengan jumlah 3 – 7 helai daun. Sehingga kita dapat memilih salah satu cara yang demikian. Semua itu juga tergantung dari kegunaan. Kalau kita menginginkan tanaman yang cepat besar maka gunakanlah stek yang berdaun banyak.

1.    Pemilihan Bahan Stek

Untuk dapat dipilih sebagai bahan stek, haruslah dipilih yang memenuhi persyaratan tertentu. Pohon yang akan diambil untuk stek, sebelumnya harus jelas identitasnya. Kemudian pilih pohon yang sehat dan subur tumbuhnya dalam arti telah bebas dari segala macam penyakit maupun hama. Pengambilan dari cabang-cabang terlindungi akan lebih baik bila dibandingkan  dengan cabang-cabang yang terbuka.

Cabang yang dipilih untuk stek kita kumpulkan pada suatu lengser plastic yang berukuran 60 cm x 40 cm x 15 cm, kemudian lengser itu kita isi air setengahnya. Pangkal stek diatur sebelah bawah, hingga kena air dan daun-daunnya berada di atas. Dengan demikian bahan stek tersebut tidak akan layu waktu menunggu persiapan lebih lanjut dan transport ke sentral pengakaran.
2.    Pengakaran
-bahan yang telah dipersiapkan baik itu yang berbentuk Single Leaf Cutting maupun Steam Cutting, kemudian dipersiapkan lagi untuk pengakaran. Stek-stek dicelupkan pangkal batangnya dengan larutan hormone untuk mendorong pembentukan akar. Hormone yang telah terbukti memberikan hasil yang baik adalah Naphtalic Acid atau N.A.A.
Campuran hormone dibuat dari campuran-campuran sebagai berikut:

Steam Cutting :  0,4 gram diencerkan menjadi 60 cc dalam alcohol 95 % kemudian ditambah aquades, sehingga volume terakhir menjadi 100 cc.

Single Leaf Cutting :  Larutan hormone yang dipersiapkan untuk Steam Cutting dicernakan dengan alcohol 50% hingga kadar kekuatannya tinggal setengahnya.

Pengakaran selanjutnya dilakukan dalam bak stek. Ukuran bak stek 120 cm panjangnnya, 90 cm lebarnya dan 2,8 dalamnya. Ukuran lebih besar dari ini dipandang kurang baik karena kelembaban yang tinggi sulit untuk dipertahankan pada ukuran yang lebih besar.

Bagian bawah dari bak stek diberi lobang untuk memudahkan drainase pada waktu penyiraman. Dasarnya diisi dengan kerikil dan bagian atasnya diisi dengan medium. Antara permukaan medium dengan bagian atas dan bak stek disisakan ± 15 cm.

Medium yang dapat dipakai seperti pasir yang kasar jangan terlalu halus, serbuk kulit kelapa, serbuk gergaji yang telah dicuci, namun kekeuatanya tidak lama sekitar 6 bulanan. Untuk medium yang baik dan tahan lama bisa gunakan Vermaculite bahan ini terbuat dari mineral mika.

Temperature harus tetap dijaga jangan sampai terlalu tinggi diusahakan agar tetap sejuk, walaupun demikian cahaya harus tetap masuk, karena kekurangan cahaya akan mengakibatkan kegagalan stek sebab akan kehabisan karbohidrat.

Aturan-aturan dalam menghasilkan stek yang baik seperti di bawah ini:
  • Tempat tidak boleh lebih dari 30 °C
  • Kelembaban konstan 100% atau bisa turun sedikit misalnya 96% - 97%
  • Tidak boleh terlalu banyak air, karena bisa membusuk tetapi tidak juga kekurangan air karena  pembentukan akar akan lamban.
  • Cahaya tidak boleh langsung mengenai tutup bak stek

Sebagai ukuran keberhasilan, stek pada waktu 15 – 20 hari harus sudah berakar, dan pada sesudah 30 hari stek dapat dipindahkan pada kantong plastic, dan tanah untuk medianya sama dengan tanah semai. Setelah 6 – 10 bulan maka tanaman siap ditanam di kebun.

Cara Pengembangbiakan Secara Okulasi

System okulasi banyak di pakai di Indonesia, karena selain hasilnya lebih baik, perawatannya pun lebih mudah apabila dibandingkan dengan stek. Tanaman coklat yang sudah berumur satu tahun atau sudah memiliki diameter batang sekurang-kurangnya 1,5 cm umumnya sudah bisa diokulasi.

Sebagai onderstam digunakan zaailing yang berasal dari keturunan DR 1 dan DR 2. Kemudian batang atas atau entrijs digunakan dari klon-klon yang berproduksi tinggi yaitu DR 1, DR 2, dan DR 38, Lalu jarak tanam entrijs adalah 1,5 x 2 m. namun ada juga yang mempergunakan jarak tanam 1,8 x 1,2 meter.

Mata diambil dari cabang arthotrop yang kulitnya telah berwarna coklat, bahkan kalau sudah berwarna coklat gelap samapi abau-abu dan sudah mulai retak-retak. Mata yang kulitnya masih kecil dan berwarna kehijau-hijauan itu masih belum dapat dipakai. Lebih kurang 7 – 10 hari sebelum entrijs diambil, tangkai daunnya dipotong lebih dahulu sehingga pada saat pemotongan entrisj daun – daunnya telah gugur. Setelah kita menyediakan mata maka penempelanpun telah dapat dilakukan.

Minggu, 23 Desember 2012

Cara Menambahkan Kolom Posting di Beranda Blog Anda



Cara Menambahkan Kolom Posting di Beranda Blog Anda-Helo Disini Tyotriks mau posting nih kali ini tentang bagaimana Cara Menambahkan Kolom Posting di Beranda Blog Anda Sobat Blogger, melanjutkan uraian teknik untuk mengubah atau mengganti model bidang posting yang ditampilkan di halaman beranda dalam artikel sebelumnya dengan judul ‘Cara Mengganti Desain Halaman Blog Yang Dihasilkan Oleh Penggunaan Template Standar’, berikut ini adalah uraian cara yang digunakan untuk menambahkan 1 (satu) kolom utama untuk artikel terbaru pada homepage yang dimaksudkan sebagai sebuah headline..Dan karena langkah-langkah untuk membuat sebuah kolom posting baru seperti yang tampak pada gambar di atas cukup panjang, maka jika Anda ingin menerapkannya dapat langsung dilakukan dengan mengerjakan cara di bawah ini secara berurutan.

Pertama, buka editor template dengan cara mengeklik menu ‘Template>Edit HTML>Lanjutkan>Expand Template Widget’.
Kedua, menambahkan sebuah kolom posting baru. Untuk mengerjakannya cari <b:include name='kolom-posting'/> dan kemudian sisipkan <b:include name='full-artikel'/> tepat di atasnya. Dan karena kode tersebut terdapat 2 (dua) buah, maka perhatikan contoh rangkaian kode di bawah ini.
Berikut ini adalah rangkaian kode awal (sebelum dilakukan perubahan).
<div class='blog-posts hfeed'>
<b:include data='top' name='status-message'/>
<b:loop values='data:posts' var='post'>
<b:if cond='data:post.isFirstPost == &quot;true&quot;'>
<b:if cond='data:blog.homepageUrl != data:blog.url'>
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;static_page&quot;'>
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
<b:include name='kolom-posting'/>
<b:else/>
<b:include name='full-artikel'/>
</b:if>
<b:else/>
<b:include name='full-artikel'/>
</b:if>
<b:else/>
<b:include name='kolom-posting'/>
</b:if>
<b:else/>
</b:if>
</b:loop>
</div>
Dan berikut ini adalah rangkaian kode yang telah dilakukan perubahan.
<div class='blog-posts hfeed'>
<b:include data='top' name='status-message'/>
<b:loop values='data:posts' var='post'>
<b:if cond='data:post.isFirstPost == &quot;true&quot;'>
<b:if cond='data:blog.homepageUrl != data:blog.url'>
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;static_page&quot;'>
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
<b:include name='kolom-posting'/>
<b:else/>
<b:include name='full-artikel'/>
</b:if>
<b:else/>
<b:include name='full-artikel'/>
</b:if>
<b:else/>
<b:include name='full-artikel'/> <!-- KODE TAMBAHAN YANG DISISIPKAN -->
<b:include name='kolom-posting'/>
</b:if>
<b:else/>
</b:if>
</b:loop>
</div>
Keterangan:
Setelah mengerjakan langkah di atas, maka lakukan pratinjau untuk memastikan bahwa telah tertambah satu kolom baru di atas kolom kumpulan artikel sebelumnya. Dan apabila telah tertambah kolom posting baru, maka lanjutkan pada langkah yang ketiga.
Ketiga, menyembunyikan kolom footer yang terdapat di bawah artikel. Untuk mengerjakannya terlebih dulu cari <div class='post-footer'>. Namun ingat karena kode tersebut dalam template terdapat 2 (dua) buah, maka pastikan bahwa kode yang dimaksud merupakan kode yang terletak beberapa baris di bawahnya <b:if cond='data:post.hasJumpLink'>.
Dan selanjutnya apabila sudah ketemu maka tambahkan 2 (dua) buah kode seperti yang ditandai dengan keterangan huruf kapital dalam rangkaian kode di bawah ini.
<!-- Rangkaian Kode Bawaan Template -->

<b:if cond='data:post.hasJumpLink'>
<!-- Rangkaian Kode Bawaan Template -->
</b:if>

<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;index&quot;'> <!-- TAMBAHKAN KODE INI DI SINI-->
<div class='post-footer'>
<div class='post-footer-line post-footer-line-1'><span class='post-author vcard'>

<!-- Rangkaian Kode Bawaan Template -->

</span> </div>
</div>
</b:if> <!-- DAN TAMBAHKAN KODE INI DI SINI -->
</div>
</b:includable>
Keterangan:
Setelah mengerjakan langkah di atas, maka lakukan pratinjau untuk memastikan bahwa kolom footer artikel tidak lagi tampil di halaman beranda. Dan bila hasilnya telah sesuai dengan yang diharapkan, maka lanjutkan pada langkah yang keempat.
Keempat, menambahkan judul untuk kolom posting baru yang terbentuk. Untuk mengerjakannya silakan cari <b:includable id='full-artikel'> dan kemudian temukan kode <h2 class='date-header'><span><data:post.dateHeader/></span></h2> yang terletak beberapa baris di bawahnya.
Selanjutnya bila kode tersebut telah ketemu, maka hapuslah dan kemudian ganti kode tersebut dengan rangkaian kode di bawah ini.
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;index&quot;'>
<h2 class='date-header'><span>Headline</span></h2>
<b:else/>
<h2 class='date-header'><span><data:post.dateHeader/></span></h2>
</b:if>
Kelima, menambahkan judul untuk kumpulan kolom posting yang kedua. Untuk mengerjakannya cari terlebih dulu <b:includable id='kolom-posting'> dan kemudian perhatikan bahwa di bawah kode tersebut terdapat <div class='date-outer'>. Nah, yang perlu dilakukan adalah menyisipkan <h2 class='date-header'><span>Daftar Pilihan Artikel</span></h2> tepat di bawah kode tersebut, dalam hal ini tepat di bawah <div class='date-outer'>.
Keenam, simpan template.

Namun ingat, karena setiap template memiliki desain tampilan awal serta karakteristik yang berbeda, maka bukan berarti kustomisasi yang dilakukan telah selesai sepenuhnya. Sehingga dengan demikian dapat diartikan pula bahwa perlu dilakukan penataan lanjutan, termasuk diantaranya adalah menata kerapian bidang posting, judul kolom posting, dan atau bagian lainnya sesuai dengan template yang dipakai. Oleh sebab itu jika Anda mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan teknik tersebut, maka silakan ajukan pertanyaan mengenai kesulitan yang Anda alami dengan cara mengeposkan komentar dalam artikel ini, karena dengan senang hati saya akan membantu memberikan solusi untuk mengatasinya sesuai kemampuan yang saya miliki. Sekian Postingan dari TYOTRIKS.BLOGSPOT.COM tenang Cara Menambahkan Kolom Posting di Beranda Blog Anda sekian dan terima kasih

Cara Memasang Simbol Icon Blogspot Anda

Cara Memasang Simbol Icon Blogspot Anda-Asalamualaikum. Disini Tyotriks mau posting lagi nih kali ini tentang bagaimana Cara Memasang Simbol Icon Blogspot Anda. Sobat Blogger, Berbicara mengenai gambar yang terdapat pada sisi bagian kanan header blog ini, secara prinsip cara pemasangannya adalah serupa dengan teknik yang digunakan untuk memasang atau menempatkan iklan, banner, maupun animasi pada header. Dimana dalam pengerjaannya memerlukan 2 (dua) proses, yaitu membagi header menjadi 2 (dua) kolom untuk proses yang pertama dan kemudian proses selanjutnya adalah menambahkan widget baru pada kolom kedua yang terbentuk dalam header.
Oke, sekarang kita langsung pada pokok pembahasan yaitu mengenai cara memasang gambar, logo, banner, animasi, atau ikon pada header. Dan karena seperti yang saya uraikan di atas bahwa untuk keperluan tersebut diperlukan 2 (dua) proses, maka Anda dapat melakukannya dengan mengerjakan langkah-langkah berikut ini secara berurutan.

Membagi Header Menjadi 2 Kolom
Guna membagi kolom header agar menjadi 2 (dua) bagian, maka kerjakan langkah-langkah di bawah ini.
Pertama, buka editor template dengan cara mengeklik menu ‘Template>Edit HTML>Lanjutkan’.
Kedua, cari kode ]]></b:skin> dan kemudian sisipkan rangkaian CSS berikut ini tepat di atasnya.
.Header {
width: 78%;
}

.Header-RC {
width: 20%;
float: right;
padding: 30px;

}

.Header-RC .widget {
margin: 0px;
}

.Header-RC img {
border: 1px solid orange;
border-radius: 3px;
-moz-border-radius: 3px;
-webkit-border-radius: 3px;
-goog-ms-border-radius: 3px;
box-shadow: 0px 0px 8px 1px orange;
}
Keterangan:
.Header { dipakai untuk mengatur lebar kolom header bagian kiri, .Header-RC { digunakan untuk mengatur setelan pada kolom header bagian kanan, .Header-RC .widget { digunakan untuk mengatur margin widget yang dipasang, dan .Header-RC img { digunakan untuk mengatur setelan bingkai untuk gambar yang dipasang. Jika setelan pada rangkaian kode CSS tersebut belum sesuai dengan desain header blog yang Anda kelola, maka silakan dilakukan kustomisasi seperlunya.
Ketiga, cari <div class='region-inner header-inner'> dan kemudian sisipkan kode berikut ini tepat di bawahnya.
<b:section class='Header-RC' id='Header-RC' maxwidgets='1' showaddelement='yes'></b:section>
Keempat, simpan template.

Menambahkan Widget Baru Pada Blog
Untuk keperluan penambahan widget baru, dalam hal ini adalah menambahkan widget dalam bentuk gambar atau logo yang akan ditempatkan dalam header, maka langkah selanjutnya bukalah menu ‘Tata Letak (Layout)’. Dan setelah membuka menu ‘Tata Letak (Layout)’, maka Anda akan mendapati sebuah kolom widget baru (yang terletak di sisi bagian kanan atau bisa jadi pula di atas widget untuk header) seperti yang tampak pada gambar di bawah ini.
Widget Baru Di Sisi Bagian Kanan Header
Widget Baru Pada Header Blog
Sumber gambar: Blogger.com
Langkah berikutnya klik ‘Tambah Gadget’ > gunakan pilihan widget ‘HTML/JavaScript’ > masukkan script dengan format seperti contoh di bawah ini dan kemudian simpan.
<div align="right">
<a href='http://eltelu.blogspot.com'><img alt='' src='https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHzJHLEGPSVteekDi6NTirJMckWi3bK1hIv-jeO8XPWbQvXPX-Mi23JzoIgMi_6Fy_OStZ6Fcfve6IPWsySPN5izQeZAzHVRH5mflesjjJpK3lBMME43TAQxCrKHZgp8iT0g9L7MwNpP8/s800/ELTELU.png' style='width: 48px; height: 48px;'/></a>
</div>
Keterangan:
Karena script di atas hanya merupakah sebuah contoh, maka lakukan perubahan sesuai dengan URL blog, gambar serta ukuran gambar yang Anda inginkan.

Setelah semua langkah-langkah di atas Anda kerjakan, maka langkah yang terakhir adalah melakukan pengecekan atau melihat hasil dari penerapan teknik tersebut yaitu dengan cara membuka URL atau alamat blog yang Anda kelola. Namun apabila mengalami kesulitan dalam mengimplementasikan teknik yang diuraikan dalam artikel ini, maka Anda dapat mengajukan pertanyaan mengenai kesulitan yang Anda alami dengan cara mengeposkan komentar dalam artikel ini. Sekian artikel tentang Cara Memasang Simbol Icon Blogspot Anda.